Antara Demokrasi Dan Birokrasi

Antara Demokrasi Dan Birokrasi

Antara Demokrasi Dan Birokrasi – merupakan sistem pemerintahan bersama rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di sebuah negara. Dengan begitu, udah mestinya rakyat jadi kunci dalam lahirnya segala kebijakan. Namun jikalau ditelisik lebih jauh, ternyata demokrasi yang berjalan di Indonesia tetap jauh dari harapan.

Pasalnya tetap terkandung banyak keperluan politik yang menunggangi demokrasi itu sendiri, sehingga demokrasi di Indonesia belum jadi demokrasi yang ideal. Hal berikut sanggup terlihat dari tetap banyaknya masalah yang berjalan di lingkungan pemerintahan akibat kekuasaan yang disalahgunakan oleh para birokrat.

Kepentingan politik terhadap dasarnya merupakan sebuah penyakit yang udah mandarah daging dalam tatanan kenegaraan. Meskipun bukan tidak barangkali sebuah instansi pemerintahan menjunjung tinggi demokrasi dan profesionalitas, tapi di negara Indonesia sendiri keperluan politik tetap jadi topik hangat dalam mobilisasi pemerintahan.

Kepentingan politik yang berjalan di lingkungan birokrasi tentunya memberikan efek jelek bagi negara dan warga negara. Adanya keperluan politik, tugas dan kewajiban sebagai birokrat tahu tidak mengarah terhadap demokrasi dan keperluan rakyat yang sesungguhnya.

Karna bersama ada keperluan politik didalamnya, para birokat akan bekerja untuk dirinya sendiri yang tentunya memiliki tujuan beroleh sesuatu, layaknya korupsi.

Sebagai tangan kanan presiden, birokrat-birokrat di Indonesia tahu punyai kekuasaan sah yang diakui negara. Dengan itu, setiap regulasi dan kebijakan yang dibuat terlalu pilih jaman depan negara.

Sebab kebijakan sendiri jadi dasar hukum serta pedoman bagi segala kehidupan masyarakat, sehingga jikalau regulasi dan kebijakan yang lahir udah berisikan keperluan politik maka negara dan masyarakatlah yang jadi korban utama.

Sejatinya korupsi sanggup tumbuh dan berkembang dalam sistem dan bentuk pemerintahan apapun. Tumbuh dan berkembangnya korupsi jadi sebuah persoalan sungguh-sungguh di lebih dari satu negara, termasuk Indonesia. Akibat yang disebabkan oleh tindak korupsi itu sendiri sanggup meruntuhkan dan menjatuhkan sistem perkembangan perekonomian terhadap suatu negara.

Namun, efek lain dari tindak korupsi tidak hingga di situ saja. Masih terkandung banyak kembali persoalan yang lahir bersamaan bersama korupsi yang kian subur.

1. Hilangnya Modal Finansial.

Dengan suburnya tindak korupsi di suatu negara, bukan tidak barangkali akan menyabebkan hilangnya duwit punya negara. Penyalahgunaan maupun penggelapan sumber kekuatan keuangan negara tahu akan menguras kas keuangan negara. Yang dari situ, secara tidak segera masyarakatpun termasuk ikut dikebiri oleh birokrasi koruptor.

Dikatakan demikianlah karena kekayaan negara termasuk merupakan sebagaian duwit rakyat yang di mana dari duwit berikut masyarakat menanam harapan besar sehingga dipergunakan secara pas untuk memenuhi keperluan masyarakat sendiri. Sehingga bersama tingginya angka korupsi di Indonesia, tahu mematahkan harapan masyarakat akan jalannya pemerintahan yang baik dan bersih.

2. Hilangnya Modal Sosial

Modal sosial yang ditujukan adalah keyakinan masyarakat terhadap jalannya pemerintahan. Di Indonesia sendiri, sepertinya bukan hanya tindak korupsi saja yang berhasil melahirkan kekecewaan masyarakat terhadap negara dan jalannya pemerintah. Terlalu banyak persoalan yang timbul akibat ketimpangan keperluan pada birokrasi dan masyarakat.

Masalah yang timbul tidak jauh dari keperluan politik dalam lingkup birokrat. Lahirnya kebijakan-kebijakan yang tidak memihak masyarakat jadi keliru satu sumber pemicu perpecahan pada masyarakat dan termasuk pemerintah.

Masyarakat seakan dipaksa bungkam dikala kebijakan secara tiba-tiba lahir tanpa melibatkan suara masyarakat sedikitpun. Dari situ jadi memperkuat stigma masyarakat bahwa sejatinya birokrasi di Indonesia haus akan reformasi di jaman depan.

3. Hilangnya Modal Fisik

Richard Holloway menerangkan, “hutan-hutan di Indonesia nyaris hancur lebur karena praktik-praktik korup terburuk yang pernah tersedia di muka bumi. Di mana sungai-sungai jadi rusak dan tanah adat punya masyarakat mengalami erosi, layaknya bukit dan lembah-lembah’’.

Pernyataan itulah yang seakan mengatakan bahwa praktik korup di Indonesia terlalu ganas dan kejam. Di mana duwit tidak kembali lumayan untuk belanja kepuasan spesial para birokrat sehingga alam pun ikut dimanfaatkan. Infrastruktur nasional yang sering dibangun di bawah standar karena korupsi termasuk mengalami kehancuran secara perlahan-lahan.

Jalan-jalan raya, jaringan jalan kereta api, jembatan-jembatan, saluran irigasi dan banyak kembali bagian perlu dari kehidupan ekonomi negara terlantar.

Tetapi korupsi membawa dampak para pejabat birokrat lebih pilih membangun fasilitas baru dan Gedung-gedung baru, bukannya memelihara yang udah ada. Dengan begitu, alam lah yang perlahan-lahan akan jadi kekayaan negara yang terlalu langka keberadaannya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *