Antara Papua Dan PBB

Antara Papua Dan PBB – 63 tahanan politik (tapol) persoalan makar di Indonesia sudah mengirim desakan ke Gugus Kerja Penahanan Sewenang-wenang dan Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam desakannya tersebut puluhan tapol tersebut berharap sehingga kasusnya dibawa ke meja sidang PBB.

63 tapol persoalan makar itu berharap pengacara HAM Jennifer Robinson dan Veronika Koman lengkap dan juga perlindungan berasal dari organisasi HAM tapol. Di di dalam dokumen desakannya tersebut dijelaskan kalau 63 tapol persoalan makar itu ditahan secara sewenang-wenang dan tidak sah.

“Karena sudah terjadi pelanggaran terhadap kewajiban Indonesia di dalam hukum HAM internasional,” kata Veronika di dalam info tertulisnya, Kamis (16/4/2020).

63 tapol persoalan makar itu terdiri berasal dari 56 orang asli Papua, 1 orang non-Papua Indonesia, 5 orang Maluku, dan 1 orang kewarganegaraan Polandia. Tujuh di antaranya sudah divonis dan sisanya tetap tersedia yang merintis proses persidangan dan juga menanti untuk disidangkan.

Perlu diingat ulang mayoritas 56 tapol tersebut ditangkap aparat keamanan disaat ikuti demonstrasi mendukung Papua terhadap 2019.

Alasan penahanan pun bervariasi layaknya sebab mempunyai bendera Bintang Kejora maupun Benang Raja, atau tersedia terhitung yang sebab berpartisipasi di dalam aksi damai dan juga jadi jadi anggota berasal dari organisasi yang mendukung hak atas pemilihan nasib sendiri. Tetapi, tindakan di atas tersebut dilindungi hukum internasional.

“Kesemua 63 tapol tersebut dikenakan makar Pasal 106 dan/atau Pasal 110 KUHP, dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun,” ujarnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *