Demi Mendapatkan Kursi Ketua MPR, Partai Kualisi Jokowi Mulai Melobi

Demi Mendapatkan Kursi Ketua MPR, Partai Kualisi Jokowi Mulai Melobi

sejumlah partai politik secara terang-terangan merasa membidik kursi ketua MPR. Lobi-lobi pun dilancarkan, juga kepada Presiden Joko Widodo yang juga merupakan capres terpilih. Berbeda bersama dengan posisi pimpinan DPR yang ditentukan berasal dari raihan kursi dan nada terbanyak, pos pimpinan MPR ditentukan didalam sistem paket. Aturan ini telah termaktub didalam Pasal 427C Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2018 mengenai MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3). Pasal itu sesuaikan pimpinan MPR terdiri berasal dari satu ketua dan empat wakil ketua yang dipilih berasal dari dan oleh bagian MPR.

Demi Mendapatkan Kursi Ketua MPR, Partai Kualisi Jokowi Mulai Melobi

Pimpinan MPR dipilih berasal dari dan oleh bagian MPR didalam satu paket yang berupa tetap. Artinya, fraksi partai politik di Senayan sanggup berkompromi untuk memilih siapa yang diusung menjadi calon ketua dan wakil ketua MPR didalam satu paket. Setelah itu, semua bagian MPR menggelar sidang untuk memilih paket mana yang dipilih sebagai pimpinan. Jika musyawarah tak tercapai, penentuan dijalankan bersama dengan voting. Nah, sistem paket inilah yang memicu lobi-lobi antarelite kudu digencarkan. Secara matematis, parpol pendukung Jokowi-Ma’ruf yang berjumlah mayoritas di Senayan dapat menang Taruhan Bola gampang kalau parpol oposisi juga mengajukan paket pimpinan MPR. Namun, lobi di lingkaran parpol koalisi KIK juga dibutuhkan untuk memilih siapa yang mendapat jatah calon ketua MPR dan empat wakil ketua.

Partai Golkar; Partai Golkar menjadi tidak benar satu parpol yang paling gencar laksanakan upaya demi mendapat kursi ketua MPR. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto apalagi sempat secara terbuka menyampaikan permohonan ini didalam acara buka puasa bersama dengan Partai Golkar yang dihadiri Presiden Jokowi. “Apabila nanti didalam penentuan ketua MPR, yang dipilih didalam sistem paket, paket Koalisi Indonesia Kerja, lumrah juga mengusung paket bersama dengan ketua berasal dari Partai Golkar,” ujar Airlangga didalam acara buka puasa bersama dengan yang digelar 19 Mei lalu.

Airlangga menilai lumrah partainya sebagai peraih kursi terbanyak ke-2 di DPR mendapat pos ketua MPR. Sebab, pos ketua DPR telah tentu menjadi milik PDI-P sebagai pemenang pemilu. Belakangan, Airlangga mengingatkan lagi permohonan Partai Golkar untuk mendapat kursi ketua MPR itu selagi ia dan 34 pengurus dewan pimpinan tempat tingkat I Partai Golkar sowan ke Jokowi terhadap Senin (7/1/2019). Menurut Airlangga, Presiden telah berkomunikasi bersama dengan partai KIK lain berkaitan perihal itu. “Presiden telah berkomunikasi bersama dengan partai lain,” kata Menteri Perindustrian itu.

PKB; Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga di awalnya telah mengungkapkan permohonan mendapat kursi ketua MPR. Bahkan, Muhaimin terang-terangan menyebut bahwa kursi ketua MPR itu dapat diduduki olehnya kalau sesungguhnya PKB diberi kesempatan. Sama layaknya Airlangga, Cak Imin juga turut melobi Presiden Jokowi supaya pos ketua MPR menjadi milik PKB. Hal itu ia akui seusai bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, 21 Mei lalu. “Saya cuma bilang aku siap perintah sajalah. Mau menjadi ketua (MPR), senang menjadi menteri, terserah. Sekarang pun aku menjadi Wakil Ketua MPR, jaman Wakil Ketua MPR lagi,” ujarnya. Menurut Muhaimin, penentuan ketua MPR tak sanggup cuma perhitungkan kursi terbanyak, tetapi kudu dibahas bersama didalam rapat koalisi. “Berembuklah. Jadi nanti Golkar ngajuin siapa, PKB ngajuin siapa, yang lain ngajuin siapa, nanti kami tentu terhadap pada akhirnya bawa didalam rapat koalisi,” kata Muhaimin.

Partai Nasdem; Sekretaris Jenderal Partai Nasdem Johnny G Plate mengatakan, partainya juga tengah mempersiapkan calon ketua MPR. Dia menyebut Partai Nasdem siap berdiskusi bersama dengan Partai Golkar dan PKB yang lebih pernah mengungkapkan permohonan atas jabatan itu. Ini juga bersama dengan PDI Perjuangan yang dapat mendapat kursi ketua DPR dan partai koalisi lain. “Saat ini tentu kami juga mempersiapkan untuk calon ketua MPR. Jadi bersama nanti tentu kami dapat bicara bersama dengan Golkar, bersama dengan PDI-P, bersama dengan PKB Cak Imin secara khusus pastinya,” ujar Johnny di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 21 Mei lalu. Johnny menyebutkan diskusi tersebut untuk memilih siapa saja yang dapat dijadikan paket pimpinan MPR. Hal yang pasti, Nasdem mempersiapkan kadernya untuk posisi itu. Menurut dia, tidak masalah kalau partai-partai lain juga mempunyai permohonan menduduki jabatan itu. Dia menilai itu merupakan bagian berasal dari seni dan negosiasi politik. “Yang tentu Koalisi Indonesia Kerja dapat membangun koalisi yang rasional, dapat membangun politik yang dinamis bersama dengan senantiasa mengambil keputusan kekerabatan politik sebagai perihal yang penting,” kata dia.

PAN; Selain parpol di lingkaran koalisi Jokowi, tersiar kabar bahwa PAN yang terhadap Pilpres 2019 mengusung Prabowo-Sandi juga mengincar kursi ketua MPR. Bahkan, Ketua Umum PAN yang juga Ketua MPR selagi ini, Zulkifli Hasan, disebut-sebut telah laksanakan lobi ke Jokowi. Kabarnya, lobi-lobi itu dijalankan Zulkifli seusai menghadiri pelantikan Gubernur Maluku di Istana. Kabar ini sampai ke telinga elite tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf dan kemudian dibocorkan ke media. “Saya berani mempertanggungjawabkan bahwa sesungguhnya Pak Zulkifli membisik Pak Jokowi, PAN berharap bagian untuk pimpinan MPR. Saya berani bertanggung jawab soal itu,” ujar Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding awal Mei lantas layaknya dikutip Tribunnews.com. Karding menyebutkan beroleh Info itu berasal dari pihak Istana. Namun, Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno membantah partainya laksanakan lobi ke Jokowi untuk beroleh jatah pimpinan MPR.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *