DPRD DKI soal Vaksinasi Keluarga: DPR Begitu, Masa Kita Kagak

DPRD DKI soal Vaksinasi Keluarga: DPR Begitu, Masa Kita Kagak

DPRD DKI soal Vaksinasi Keluarga: DPR Begitu, Masa Kita Kagak

Sekretaris Komisi D DPRD DKI Jakarta berasal dari Fraksi Gerindra, Syarif menilai vaksinasi Covid-19 terhadap keluarga anggota Dewan tak perlu dipermasalahkan gara-gara hal sama terhitung dijalankan terhadap anggota DPR RI.
Pasang Bola
“Kan gini, orang jikalau lihat kan di DPR begitu, tersedia keluarga. Masa kami kagak, kira-kira begitu,” ujar Syarif kepada wartawan di kompleks Balai Kota, Jumat (12/3).

Syarif mengakui bahwa vaksinasi Covid-19 kepada anggota Dewan dan keluarga sebenarnya atas permintaan anggota sendiri. Total terdapat kira-kira 300 dosis yang dibutuhkan untuk vaksinasi selanjutnya bersama pemikiran 106 anggota, istri dan dua anak.

Meski begitu, kata Syarif, tak seluruh anggota Dewan mampu divaksin. Sebanyak 22 anggota DPRD DKI Jakarta tidak mampu divaksin gara-gara merupakan penyintas Covid-19 dan punya komorbid.

“Gini lo, kenapa perlu (anggota DPRD divaksin), gara-gara tidak seluruh anggota Dewan mampu divaksin. Catatan saya tersedia 22 orang, penyintas dan komorbid,” ujar dia.

Proses vaksinasi Covid-19 bagi anggota DPRD DKI di mulai sejak 2 Februari 2021. Selain diberikan kepada anggota, vaksinasi terhitung disuntikkan kepada PNS, karyawan, dan petugas lain di lingkungan DPRD DKI.

Pemerintah Provinsi DKI menargetkan 7,9 juta warga Jakarta bakal mendapatkan vaksin Covid-19. Itu adalah kuantitas total warga ibu kota terhadap rentang usia 18 hingga 59 tahun, sebagai tidak benar satu syarat penerima vaksin.

Dari kuantitas itu, sebanyak 130.000 merupakan tenaga kesehatan, 500.000 merupakan pemberi sarana publik, lalu 3 juta group rentan secara geospasial maupun ekonomi, dan 2 juta group pengusaha. Selain itu tersedia pula group lansia yang jumlahnya berkisar 980.000 orang.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria telah menolak permintaan anggota DPRD DKI sehingga keluarga mereka terhitung terima vaksinasi Covid-19 terhadap selagi yang sama. Menurutnya, keluarga anggota Dewan bukan group prioritas penerima vaksin Covid-19.

Kunjungi Juga : Informasi Dunia Casino Online

“Ya, pasti kami perlu prioritaskan tenaga kesehatan, teman-teman wartawan, profesi yang banyak berinteraksi bersama masyarakat, pedagang pasar, bukan keluarga kita,” kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/3).

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *