Dukungan Narji Terhadap Pangdam Bikin Kusut Strategi Kampanye Azizah-Ruhama

Tahap artiskomedian populer Narji terdahulu membagikan sokongan pada Pangdam Berhasil Mayjen Dudung Abdurachman terpaut pembebasan papan iklan arahan Front Pemelihara Islam( FPI) Habib Rizieq Shihab( HRS), ditengarai hendak membuat kusut strategi pemenangan di regu Siti Nur Azizah serta Ruhamaben di Pilkada Kota Tangsel.

Begitu di informasikan Ketua Administrator Indonesia Political Opinion( IPO), Dedi Kurnia Syah, Kamis( 26 atau 11)
Pasang Bola

Dedi memperhitungkan sokongan Narji kepada Pangdam Berhasil tidak produktif sebab posisi Narji sendiri bagaikan pendukung pendamping calon Walikota serta Delegasi Walikota Tangsel Siti Nur Azizah serta Ruhamaben.

Apalagi Narji sendiri terlihat jadi andalam regu Azizah- Ruhamaben, perihal itu semacam nampak dalam siaran sosialiasi di Televisi kala diskusi Pilkada kemudian.

Bagi Dedi, tahap Narji itu sedikit banyak hendak pengaruhi ilmu jiwa pendukung Habib Rizieq Syihab( HRS) serta golongan 212 yang lumayan banyak di Tangsel.

” Keikutsertaan Narji dalam kontroversi Pangdam Berhasil dengan HRS nyata tidak produktif pada bentuk Pilkada Tangsel, terlebih Narji diketahui bagaikan salah satu pendukung kandidat,” tuturnya.

” Pasti disayangkan, sebab bagaimanapun pemilih Tangsel pula terdapat loyalis HRS,” ucap Dedi.

Dengan ilmu jiwa itu, terdapat mungkin loyalis HRS yang sudah mensupport Azizah- Ruhama hendak meninggalkan jagoannya dalam perampasan bangku orang no satu di Tangsel.

Hingga dari itu, Dedi menyanyangkan tindakan Narji. Sepatutnya bagaikan salah satu pendukung paslon di Pilkada Tangsel, Narji dapat lebih bijaksana serta cerdas membaca suasana.

” Narji sepatutnya bijaksana serta cerdas membaca suasana, beliau dapat saja memperuncing strategi kampanye yang beliau jalani di Tangsel, serta imbaznya dapat saja kandidat yang dibantu berbanyak- banyak dibiarkan loyalis HRS,” terangnya.

Lanjut Dedi, terlebih pemilih di Tangsel itu dengan cara primordialisme merupakan golongan sistemis sejenis dari Betawi.

” Tercantum golongan Islam yang pula dekat dengan kegiatan HRS. Hingga, ingin tidak ingin mengkhwatirkan serta sangat berbahaya,” tutur Dedi.

Buat itu, Dedi membagikan anjuran pada semua figur di Tangsel supaya tidak ikut serta aksi politik yang tidak terdapat hubungannya dengan situasi di Tangsel.

” Anjuran aku buat para tokoh- tokoh di Tangsel tidak butuh ikut serta dalam aksi politik yang tidak terdapat relevannya kepada situasi di Tangsel,” begitu Dedi

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *