Ketum PBNU Imbau Umat Islam Tidak Ganggu Politik China.

Ketum PBNU Imbau Umat Islam Tidak Ganggu Politik China.

Situs jarilangit.com mengunggah sebuah artikel berisi pernyataan Ketua Umum PB NU, Said Aqil Siradj perihal keadaan politik China, Selasa, 23 Juli 2019. Dalam artikel itu Said Aqil Siradj disebut mengimbau umat Islam sehingga tidak mengganggu politik China gara-gara China terhitung NU.

Ketum PBNU Imbau Umat Islam Tidak Ganggu Politik China.

Sejak diunggah, artikel berikut telah mendapat 14 komentar dan dibagikan ke jejaring sosial Facebook sebanyak 40.700 kali.

PEMERIKSAAN FAKTA

Berdasarkan penelusuran Tempo.co, artikel yang diunggah web site jarilangit.com merupakan copy paste tanpa menjelaskan sumbernya. Artikel itu bersumber dari laman detik.com, Senin 6 Juli 2019,Taruhan Bola bersama judul: Ketum PBNU Imbau Umat Islam Tidak Ganggu Politik China.

Pernyataan Aqil berikut disampaikan sehabis pertemuannya bersama Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia, Xie Feng, di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2015).

Pernyataan Aqil bahwa China terhitung NU sebatas kelakar pada penghujung pernyataannya. Kelakar itu disambut tawa terhitung Xie Feng.

Berikut petikan artikelnya:

Ketum PBNU Imbau Umat Islam Tidak Ganggu Politik China.

Jakarta – Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj menyambut perlindungan santunan Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia Xie Feng bagi 500 anak yatim piatu dan santri NU. Dalam peluang ini, Said mengimbau kepada Umat Islam di Tiongkok.
Said menghendaki sehingga Umat Islam di RRT mampu merawat kondusifitas bersama tak mengusik ranah politik pemerintahan RRT. Ini sehingga mereka mampu hidup bersama tetap damai.
“Saya menghendaki kepada umat Islam RRT, beribadahlah bersama tenang jangan masuk lokasi politik. Cukup diberi kebebasan beribadah bersama baik, jangan ngutik-utik politik di RRC,” imbau Said di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2015).

Said perlihatkan dirinya telah datang ke Tiongkok pada peluang yang lampau. Dia memandang kehidupan Muslim di Negeri Tirai Bambu itu terjadi memadai damai.
“Di Beijing, orang-orang lakukan ibadah bersama tenang di enam masjid. Di Guangzhou, datang ke peninggalan Saad bin Abi Waqqas. Suasananya tenang, banyak yang jualan sate, orang Islam semua,” tutur Said.
Soal pesan Said kepada Muslim di Tiongkok, Xie perlihatkan dapat menyampaikannya ke penduduk Muslim Tiongkok. Terlepas dari itu, kehidupan Muslim di Tiongkok terjadi baik.

Tiongkok mempunya penganut Islam lebih dari 20 juta. Pemerintahnya menghormati dan merawat kebebasan beragama. Tiongkok terhitung menghendaki bersahabat bersama Indonesia.
Xie menyebut Laksamana Cheng Ho sebagai tokoh Muslim Tiongkok yang pernah berlayar ke Indonesia.
Said mengakui, memang pertalian Muslim Tiongkok bersama Nusantara telah terkait sejak dahulu kala. Perkawinan campuran terhitung telah terjadi sejak masa penyebaran Islam di Jawa zaman Wali Songo.
“Makam Sunan Gunung Jati terhitung diziarahi orang Tionghoa. Jadi budaya kami sama lah, ziarah kubur. Cina terhitung NU,” kelakar Said disambut tawa Xie.

Situs jarilangit.com tidak berisi pedoman pemberitaan tempat siber sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan Dewan Pers bersama komunitas pers Indonesia.

jarilangit.com terhitung tidak mencantumkan alamat kantor maupun susunan redaksi sebagaimana amanah Undang-undang nomor 40 th. 1999 perihal pers. Pada kolom “tentang kami” cuma dicantumkan nama-nama kontributor.

Dengan memanfaatkan tool who.is, mampu diketahui bahwa domain ini terdaftar pada 22 Januri 2019 atas nama Domain Admin bersama alamat di Yogyakarta.

KESIMPULAN

Berdasarkan sumber yang ada, pernyataan ini memanfaatkan fakta dan knowledge yang benar, namun cara penyampaian atau kesimpulannya tidak benar dan juga mengarahkan ke tafsir yang salah.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *