Mahfud MD Beberkan Rahasia Parpol

Mahfud MD Beberkan Rahasia Parpol

Mahfud MD Beberkan Rahasia Parpol – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyinggung soal politik duwit atau money politik di Pilkada.

Dia menyebut, politik transaksional itu tetap ditunaikan sejumlah calon kepala daerah, caleg, hingga pimpinan parpol.

Sekretaris Jenderal Partai NasDem Johny G Plate ikut mengomentari perihal tersebut. Dia menegaskan, partainya akan memecat kadernya yang melakukan politik duwit sementara gelaran Pilkada.

“Kalau itu ditunaikan dan ketahuan, yang pertama dipecat pasti. Kan hingga sementara ini itu tidak terjadi. Yang ada adalah ongkos politik mesti pasang bilboard, baliho, ditunaikan bersama-sama,” kata Johny di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (25/2/2020).

Menteri Komunikasi dan Informatika selanjutnya mengatakan, Partai NasDem adalah partai tanpa mahar. Dia mengkalim kalau partainya melakukan kerja politik tanpa mahar secara konsisten.

“NasDem kan politik tanpa mahar, yang kita melakukan tanpa mahar secara konsisten,” kata dia.

Johny menyebut, Partai NasDem senantiasa mengawasi rekrutmen terhadap tingkat eksekutif dan legislatif bersama pakta integritas. Dirinya menambahkan, partainya memunyai prinsip kuat untuk menerjemahkan dan tingkatkan kualitas demokrasi.

Yang keliru satu ongkos politik yang paling besar adalah mahar politik. Kalau itu mampu dipangkas, maka yang ada adalah ongkos politik lainnya yang sebenarnya dibutuhkan: sosialisasi, dan seterusnya,” katanya.

Sebelumnya, Mahfud menyatakan untuk sementara ini money politic bukan menyasar kepada DPRD tapi ke pimpinan partai. Ia menyebut politik duwit itu sebagai mahar calon kepala daerah.

“Ini tetap terang saja, begitu. Apa betul? Ya betul, ya betul lah. Wong sudah dimuat di koran begitu,” kata Mahfud sementara membuka Workshop Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKSI) di Grand Paragon Hotel, Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat, Senin (24/2/2020).

“Orang kan bilang itu tidak ada, tapi yang kalah itu melapor, yang menang tidak, yang kalah melapor saya bayar sekian ke pimpnan partai. Dia terima ini, ini, ini,” sambungnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *