NasDem Sebut Tak Ada Alasan Impor Beras saat Panen Raya

NasDem Sebut Tak Ada Alasan Impor Beras saat Panen Raya

NasDem Sebut Tak Ada Alasan Impor Beras saat Panen Raya

Partai NasDem menolak rancangan pemerintah lakukan impor beras sebanyak 1 juta ton didalam pas dekat. Partai besutan Surya Paloh itu memperlihatkan tak tersedia alasan genting pemerintah terhubung keran impor beras pas ini.

“Sikap resmi dari NasDem, pastinya menolak,” kata Ketua Bidang Agama dan Masyarakat Adat DPP Partai NasDem, Hasan Aminudin, di Surabaya, Sabtu (20/3).

“Ini masih isu, tapi ini isu saja sudah mampu turunkan harga gabah dari Rp4.500 menjadi Rp3.900, apalagi menjadi kenyataan, menangis masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Hasan yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPR mengatakan pihaknya sudah menggelar rapat dengar bersama dengan pejabat eselon I Kementerian Pertanian dan Perum Bulog terkait stok beras.

Menurutnya, stok beras di Indonesia masih benar-benar lumayan sampai Hari Raya Idulfitri mendatang. Bahkan, lebih dari satu petani tengah masuk panen raya.

“Sehingga tidak tersedia alasan pemerintah lakukan impor beras di bulan ini yang tengah lakukan panen raya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hasan berharap Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menolak rancangan impor beras tersebut.

“Bila perlu lakukan pembelian [gabah petani] oleh Pemprov Jatim. Tolak beras yang diimpor oleh pemerintah tatkala didistribusikan ke Jawa Timur,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperlihatkan pemerintah bakal mengimpor beras sebanyak 1 juta ton didalam pas dekat. Hal ini dijalankan demi melindungi ketersediaan dan harga beras di didalam negeri.

“Salah satu yang perlu adalah penyediaan beras bersama dengan stok 1 juta-1,5 juta ton,” kata Airlangga didalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021, Kamis (4/3).

Namun, rancangan impor beras ini mendapat penolakan dari sejumlah pihak. Mulai dari Wakil Ketua DPR yang juga Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dengan kata lain Cak Imin, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, sampai Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

NasDem sendiri pas kadernya, Engartiasto Lukita menjadi Menteri Perdagangan pada Kabinet Indonesia Kerja di periode pertama pemerintah Joko Widodo (Jokowi), mereka tak menolak kebijakan impor beras.

Kunjungi Juga : Informasi Dunia Casino Online

Kini, salah satu kadernya yang menjadi Menteri Pertanian pada periode keda pemerintahan Jokowi, Syahrul Yasin Limpo, pernah menyebut, “Kebijakan impor yang diputuskan pemerintah tetap punya basic dan alasan yang kuat berdasarkan information dan suasana pasar”.

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *