PDIP Kritik Mendag Lutfi Impor Beras, Minta Tiru Jokowi

PDIP Kritik Mendag Lutfi Impor Beras, Minta Tiru Jokowi

PDIP Kritik Mendag Lutfi Impor Beras, Minta Tiru Jokowi

Sekretaris Jenderal PDI-Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengkritik langkah Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi yang terhubung keran impor beras dan garam. Ia menyayangkan sikap Lutfi yang ngotot impor meski mendapat penolakan berasal dari beragam pihak.
“Politik pangan nasional adalah politik pangan berdikari. Indonesia mempunyai keanekaragaman pangan yang luar biasa,” kata Hasto melalui keterangan tertulis

Hasto pun berharap Lutfi mendengar aspirasi penduduk yang menampik kebijakan impor kedua komoditas tersebut. Menurutnya, seorang menteri perlu studi dan mendengar nada rakyat seperti yang dilaksanakan Presiden Joko Widodo.

“Menteri perlu studi berasal dari kepemimpinan Presiden Jokowi yang selamanya membangun dialog, menyerap aspirasi, menyampaikan data-data yang objektif, baru menyita keputusan. Menteri tidak hidup di menara gading gara-gara ia adalah pengemban tugas sebagai pembantu presiden,” katanya.

Lebih lanjut, Hasto menjelaskan pemerintah lebih baik meningkatkan produksi pangan ketimbang terhubung keran impor beras dan garam. Ia berharap pemerintah tak mengorbankan petani. Apalagi impor beras dan bahan pangan lain sarat bersama keperluan para pemburu rente.

“Menteri sebagai pembantu presiden, di dalam menyita ketentuan politik, perlu senafas bersama kebijakan politik pangan presiden dan mengupayakan mewujudkan kedaulatan pangan nasional dan juga berpihak terhadap keperluan petani,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR yang termasuk Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin berharap pemerintah menghentikan rancangan impor beras. Cak Imin menyebut kebijakan selanjutnya menyadari tidak berpihak kepada para petani.

“Hentikan impor untuk memberi ruang agar harga produksi pertanian kita tinggi,” kata Cak Imin.

Pemerintah bakal mengimpor beras sebanyak 1 juta ton dalam saat dekat. Selain beras, pemerintah termasuk berencana mengimpor garam sebanyak 3 ton terhadap tahun ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menunjukkan kebijakan impor beras dilaksanakan demi merawat pasokan dan harga beras di dalam negeri.

Kunjungi Juga : Informasi Dunia Casino Online

“Salah satu yang perlu adalah penyediaan beras bersama stok 1 juta-1,5 juta ton,” kata Airlangga dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan 2021.

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *