Peluang Ahok Semakin Besar Untuk Menjadi Mentri

Peluang Ahok Semakin Besar Untuk Menjadi Mentri

Walau pun temu MRT banyak menjadi kejutan besar dinamika politik tanah air, tapi Ahok sempat menyelip di penuturan kursi menteri. Temu MRT dimaknai sebagai rekonsiliasi. Salah satu implikasi rekonsiliasi tentu saja bakal berdampak terhadap power sharing, pemilihan kursi menteri.

Peluang Ahok Semakin Besar Untuk Menjadi Mentri

Perebutan kursi menteri menjadi bakal lebih seru dikarenakan datangnya pendatang baru. Bahkan barangkali besar pendatang baru selanjutnya bakal menggoyang kenyamanan dan keamanan posisi porsi menteri berasal dari koalisi. Namun tiba-tiba Ahok muncul dalam kilas berita kursi menteri.Taruhan Bola Apakah Ahok berpeluang menjadi menteri ?

Tentu saja berita berkenaan Ahok menjadi menteri ini, tidaklah mendominasi dinamika politik selagi ini. Geliat blocking bagian koalisi apalagi sempat mengemuka terhadap temu Teuku Umar sebagai kelanjutan temu MRT. Ahok sendiri mengutarakan bahwa dirinya tidak barangkali bakal mampu menjadi menteri, dikarenakan pernah statusnya sebagai mantan narapidana. Lebih lanjut Ahok apalagi merasa minder jikalau harus menjadi menteri.

Namun hal itu tidak artinya kesempatan Ahok menjadi menteri menjadi hilang, karenanya. Menurut tidak benar satu pengamat, sesungguhnya secara kompetensi Ahok layak menjadi menteri. Namun yang menjadi penghalang Ahok untuk menjadi menteri tidak benar satunya, dikarenakan Ahok diakui sosok kontroversial, kinerjanya bagus, tapi tersangkut persoalan sara yang diakui sensitip di negeri ini.

Kelemahan pandangan lazim berkenaan persoalan sara terhadap Ahok, mampu menjadi bakal berubah, setelah Kongres PDIP di Bali. Mega sebagai Ketua Umum PDIP apalagi lebih puas mengundang bersama nama Ahok berasal dari terhadap BTP. Ahok terhitung telah diakui sebagai kader PDIP.

Megawati apalagi beri salam Ahok sementara setelah Megawati beri salam Prabowo dalam pidato pembukaan Kongres PDIP. Gemuruh temu MRT yang berujung terhadap temu 4 mata ‘politik nasi goreng’ seakan tidak terlalu besar, bagi Megawati, supaya menempatkan Ahok yang tetap merasa minder menjadi menteri, disapa setelah Megawati beri salam Prabowo. Situasi yang menempatkan posisi Ahok menjadi terlalu terhormat.

Apalagi Megawati terhadap pidato pembukaan Kongres PDIP di Bali, secara tetap terang menyampaikan pembagian menteri bagi PDIP harus lebih banyak lagi. Kalau Prabowo saja diberi sinyal untuk beroleh power berbagi rekonsiliasi, apalagi Ahok yang telah disapa sementara setelah Prabowo. Tak pelak ulang hal itu, merupakan sinyal besar bagi Ahok untuk berpeluang besar menjadi menteri.

Bagaimana menurut anda?

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *