Pengamat Politik Rocky Gerung Mengutarakan Pandangannya Mengenai Peradaban Politik Indonesia

Pengamat Politik Rocky Gerung Mengutarakan Pandangannya Mengenai Peradaban Politik Indonesia

Pengamat politik Rocky Gerung mengutarakan pandangannya mengenai peradaban politik Indonesia setelah pertemuan Jokowi – Prabowo di MRT Jakarta.

Pengamat Politik Rocky Gerung Mengutarakan Pandangannya Mengenai Peradaban Politik Indonesia

Dalam acara Fakta Tv One, Rocky Gerung menyampaikan peradaban politik Indonesia berada di level dagang recehan.

Hal berikut disampaikannya waktu pembawa acara mempertanyakan mengenai pandangannya soal situasi politik Indonesia waktu ini.

Dengan situasi waktu ini, di mana level peradaban politik kita?” bertanya pembawa acara.

“Ya level dagang dan dagangnya itu recehan,” saya Rocky Gerung dilansir TribunJakarta.com pada Selasa (23/7/2019).

“Ya caranya atau posisinya yang recehan?” bertanya pembawa acara seraya senyum-senyum.

Menurut Rocky Gerung, peradaban politik Indonesia berada di level dagang recehan sebab awalnya ke dua kubu Jokowi – Prabowo bersaing di Pilpres 2019 untuk merebut suara rakyat.

Bahkan, perebutan suara rakyat itu sempat menyebabkan situasi penduduk memanas bersama dengan ada bermacam isu.

Setelah ada situasi memanas, ke dua kubu justru tetiba berjumpa di stasiun MRT bersama dengan menambahkan kesan perdamaian

Dengan moment tersebut, lantas Rocky Gerung menilai peradaban politik Indonesia waktu ini tetap di level dagang recehan.

“Awalnya kan dua belah pihak ini menghendaki berpolitik bersama dengan coal yang tinggi. Dengan taruhan yang benar-benar tinggi secara ethical dan nilai,” papar Rocky Gerung.

Pertemuan Jokowi dan Prabowo waktu itu dianggap sebagai sebuah rekonsiliasi untuk mendinginkan situasi penduduk yang sempat terpecah belah.

Diujung malah diselesaikan hanya pertemuan di gerbong MRT aja…ya recehan kan? Orang beri tiket, masuk gerbong dan konsisten ngobrol di kereta.

Lantas pertemuan itu menambahkan kesan ke publik bahwa mereka telah damai,” tahu Rocky Gerung.

Menurut Rocky Gerung, pertemuan Jokowi – Prabowo di MRT Jakarta itu meninggalkan kesan isyarat bertanya untuk penduduk luas mengenai kesan perdamaian yang menghendaki ditunjukkan.

Tapi banyak penduduk mempertanyakan damainya itu apa? Kan tak tersedia pengentalan isu dan hingga saat ini penduduk tetap meraba-raba. Siapa yang togog dan semar sebab mustinya mereka tak bersatu.

Semustinya semar dan togog gak menyatu namun justru disatukan di piring sate,” tahu Rocky Gerung.

Selain itu, Rocky Gerung menilai ada politik tukang sate di pertemuan berikut sebab tak ada pembagian sate sebab hanya dinikmati Jokowi – Prabowo

“Jadi sebetulnya ini politik tukang sate, di kipas-kipas bawa kemana-kemana namun enggak dibagi-bagi. Yang lain hanya kebagian aromanya saja,” papar Rocky Gerung.

Jawaban Spontan Rocky Gerung Saat Ditanya Apa Dilakukan Jika Jokowi Dilantik Jadi Presiden 2019

Pengamat politik Rocky Gerung ulang tampil di TVOne lewat program acara E-Talk Show yang tayang Jumat (31/5/2019).

Dalam acara yang dipandu Wahyu Muryadi berikut membincangkan mengenai pendapat Rocky mengenai hasil Pilpres 2019 yang memenangkan calon nomer urut 1 Jokowi-Maruf Amin.

Rocky menjelaskan hingga kini pemenang Pilpres belum tersedia sebab tetap berproses di mahkamah Konstitusi.

Menurutnya, legalitas pemilu sebetulnya tersedia di Mahkamah Konstitusi namun legalitimasi tersedia di rakyat.

Menurutnya MK tak sekadar mengkalkulasi selilish perolehan suara.

“Tapi lebih dari itu Mahkamah Konstitusi wajib menanggung pemilu berjalan jujur dan adil. Inilah yang wajib dicek mahkamah konstitusi,” katanya.

Setelah menerangkan mengenai pendapatnya soal hasil Pilpres, Rocky pun ditantang untuk menjawab pertanyaan bersama dengan cepat.

Salah satu pertanyaan yang ditanyakan pembawa acara adalah reaksi Rocky terkecuali nantinya Jokowi-Maruf Amin dilantik jadi Presiden dan Wakil Presiden.

“Apa yang bang Rocky jalankan terkecuali Jokowi dan Marif dilantik jadi presiden?” bertanya pembawa cara.

Rocky pun segera menjawab bersama dengan jawaban yang menyebabkan penonton se-studio terbahak.

“Satu kaget, dua ngakak, tiga tidur,” katanya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *