Perempuan Bisa Jadi Politikus Ungkap Puan

Perempuan Bisa Jadi Politikus Ungkap Puan

Pimpinan RI Puan Maharani memohon kalangan wanita janganlah ragu turun ke bumi politik sebab mempunyai karakter yang amat diperlukan buat mengalami suasana darurat.

” Aku menerangkan kalau wanita memerlukan berpolitik sebab politik memerlukan wanita,” tutur Puan dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Perihal itu dikatakannya pada awal Kongres Perempuan Indonesia( Kowani), di Jakarta, Selasa.

Dalam kongres yang diselenggarakan dengan cara virtual itu, Puan menarangkan kalau kaca pembatas kedudukan wanita dalam berpolitik di Indonesia telah ambruk dikala Megawati Soekarnoputri jadi wanita awal yang dilantik bagaikan Kepala negara Republik Indonesia pada 23 Juli 2001.

” Dikala terdapat yang ucapan kalau kedudukan wanita di politik senantiasa dibatasi oleh glass ceiling, sebetulnya glass ceiling politik untuk wanita Indonesia telah dihancurkan di hari Bunda Megawati dilantik jadi Kepala negara,” ucapnya.

Semenjak dikala itu, bagi Puan, kedudukan wanita di Indonesia lalu bertumbuh cepat, banyak wanita yang menggenggam kedudukan penting dalam tiap aktivitas pembangunan di aspek ekonomi, sosial, area hidup, berolahraga, ilmu wawasan, studi, serta lain serupanya.

Puan mengantarkan, dalam aspek politik telah banyak yang digapai wanita Indonesia semacam kenaikan jumlah wanita yang tersaring jadi badan DPR RI.

” Pada rentang waktu 2014- 2019 dekat 17 persen badan DPR merupakan wanita, rentang waktu 2019- 2024 jumlah wanita yang jadi badan DPR bertambah jadi dekat 21 persen. Saat ini banyak badan wanita DPR- RI yang menaiki posisi arahan Perlengkapan Keseluruhan Badan,” tuturnya.

Puan berkata banyak wanita Indonesia pula telah sukses jadi kepala wilayah semacam Risma di Surabaya yang dikala maju di Pilkada yang diusung PDI Peperangan.

Ia berkata, banyak negeri meluhurkan apa yang wanita Indonesia sudah peroleh dalam politik, salah satu buktinya dikala dirinya mendatangi kegiatan Asia- Pacific Parliamentary Forum di Australia pada Januari 2020.

” Seluruh negeri partisipan kegiatan itu bertampar tangan dikala aku sebutkan kalau Indonesia sempat mempunyai Kepala negara wanita serta saat ini mempunyai Pimpinan DPR wanita yang awal,” tuturnya.

Puan berkata, walaupun banyak perkembangan yang sudah digapai wanita Indonesia di bermacam aspek tetapi sedang mengalami bermacam hambatan yang bisa berawal dari kehidupan sosial, adat, ekonomi, ataupun politik.

Ia memperhitungkan buat menanggulangi bermacam hambatan yang dialami wanita itu, diperlukan keputusan- keputusan politik dan kebijakan- kebijakan politik.

Bagi ia, dikala ini endemi COVID- 19 sedang jadi tantangan, wanita bukan saja terdampak, namun pula berfungsi besar dalam upaya menanggulangi endemi.

Perihal itu ia sampaikannya sebab dengan cara garis besar 70 persen daya kedokteran terdiri dari wanita yang dikala ini jadi akhir cengkal pengamanan nyawa orang.

Tags:,

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *