Puan Maharani Memenuhi Undangan Dari Universitas Diponegoro

Puan Maharani Memenuhi Undangan Dari Universitas Diponegoro

Puan Maharani selaku Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia lakukan kunjungan ke Kota Semarang, Jumat (26/7).

Puan Maharani Memenuhi Undangan Dari Universitas Diponegoro

Adapun kehadiran Puan Maharani ke Kota Semarang secara spesifik didalam rangka memenuhi undangan berasal dari Universitas Diponegoro untuk menjadi keynote speaker atau pembicara kunci didalam Seminar Nasional.

Didampingi Gubernur, Bupati, Wali kota se-Jawa Tengah, serta civitas akademika yang datang didalam seminar tersebut, Puan memaparkan materi bersama dengan tema Manusia dan Politik Kebudayaan.

Dalam paparannya, Puan membahas pentingnya pembangunan pembawaan di samping keahlian. “Keahlian itu perlu, namun keahlian tanpa dilandasi bersama dengan jiwa yang besar tidak dapat mungkin mencapai tujuannya. Inilah perlunya, sekali lagi mutlak perlunya nation and character building,” tegas Puan.

Lebih lanjut Puan meyakinkan didalam pembangunan tetap berlandaskan pada Pancasila dan gotong royong.

“Dalam konteks pembangunan pembawaan bangsa inilah maka membangun manusia dan kebudayaan Indonesia termasuk diarahkan pada pembentukan mutu warga negara, penduduk dan budaya yang berlandaskan pada kepribadian bangsa Indonesia yaitu Pancasila atau gotong royong. Karena intisari berasal dari Pancasila yaitu gotong royong.” lanjutnya.

Dikatakan Puan, Indonesia merupakan bangsa yang besar bersama dengan 714 suku, 1.100 bahasa di 17.000 pulau yang disatukan. dan pemersatunya adalah Pancasila.

Untuk itu didalam membangun manusia dan kebudayaan Indonesia yang berlandaskan Pancasila, diperlukan 4 trick kebijakan. Dijabarkan tidak benar satunya adalah bersama dengan memperkuat budaya inklusif, toleran dan berbhinneka tunggal ika, yang merupakan syarat didalam membangun Indonesia yang penuh keragaman.

Selain itu tak kalah mutlak termasuk Membangun SDM Indonesia sehingga memiliki pembawaan dan kekuatan energi saing didalam hadapi kemajuan teknologi, industri dan keterbukaan informasi.

Kemudian membudayakan nilai integritas, etos kerja dan gotong royong didalam tiap tiap kehidupan bermasyarakat. Dan yang terakhir, mengembangkan kebudayaan untuk Kesejahteraan Rakyat dan kelestarian kebudayaan nasional.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang termasuk datang mengatakan sepakat bersama dengan yang dipaparkan oleh Menko PMK RI tersebut.

“Hadirnya mbak Puan di sini mengingatkan kami semua dapat pentingnya pembangunan pembawaan bangsa di jaman kemajuan teknologi. Seperti beliau sampaikan, pembangunan pembawaan bangsa yang berlandaskan Pancasila dan gotong royong adalah mutlak diperlukan,” urai Hendi, akrab diapa Wali Kota Semarang itu.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *