Siapa Harun Masiku, Penyuap Komisioner KPU?

Siapa Harun Masiku, Penyuap Komisioner KPU?

Siapa Harun Masiku, Penyuap Komisioner KPU?

Politisi PDIP Harun Masiku kini jadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Harun ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga menyuap Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Awalnya, Harun Masiku merupakan anggota Partai Demokrat. Bahkan pada th. 2009, ia jadi Tim Sukses Pemenangan Pemilu dan Pilpres Partai Demokrat di Sulawesi Tengah untuk memenangkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Boediono.

Harun pernah jadi Tenaga Ahli Komisi III DPR pada 2011. Ia juga aktif sebagai Anggota Perhimpunan Advokat Indonesia.

Lalu pada 2014, dia menjajal peruntungannya jadi caleg dari Partai Demokrat area pemilihan Sulawesi Selatan III.

Namun, pada 2019, dia memilih bergeser ke PDIP untuk kembali mengikuti Pileg. Meski namanya tak lolos ke Senayan, namun PDIP mengusulkan ke KPU sehingga Harun Masiku diloloskan ke parlemen untuk menukar Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Padahal berdasarkan hasil pemilu, perolehan nada PDI Perjuangan untuk Dapil Sumatera Selatan I, peringkat ke dua di bawah perolehan nada Nazarudin adalah Riezky Aprilia bersama perolehan 44.402 suara. Kemudian diiikuti bersama Darmadi Djufri yang beroleh 26.103 suara.

Peringkat keempat ditempat Doddy Julianto Siahaan bersama 19.776 nada dan peringkat lima ditempati Diah Okta Sari yang meraih 13.310 suara. Harun Masiku sejatinya berada di peringkat enam bersama perolehan 5.878 suara.

Harun Masiku lahir di Jakarta pada 21 Maret 1971. Ia kemudian dibesarkan di Bone, Sulawesi Selatan.

Dia kemudian berkuliah di Fakultas Hukum, Universitas Hasanuddin Makassar pada 1989 hingga 1994. Kemudian ia bekerja sebagai pengacara di Dimhart and Association Law Firm, Jakarta hingga 1995.

Kemudian dia juga jadi pengacara korporat di PT Indosat, Tbk hingga 1998. Harun pernah mendapat British Chevening Award dan melanjutkan belajar S2 mengenai Hukum Ekonomi Internasional di University of Warwick, Inggris.

Hingga sementara ini, ia tetap tercatat sebagai Senior Partner Johannes Masiku & Associates Law Offices sejak 2003. Ia juga tercatat di sejumlah organisasi, layaknya GMKI Sumatera Selatan pada 1989 hingga 1994 dan anggota Perhimpunan Advokat Indonesia.

KPK Minta Harun Menyerahkan Diri

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengultimatum calon anggota legislatif (caleg) dari PDIP Harun Masiku (HAR) untuk menyerahkan diri ke instansi antirasuah. Harun sudah dijerat sebagai tersangka lantaran diduga menyuap Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

,” ujar Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dalam jumpa pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (9/1/2020) malam.

Tak hanya kepada Harun, Lili juga meminta kepada pihak lainnya untuk tak mencoba membatasi sistem penegakan hukum yang dilaksanakan tim instansi antirasuah.

“Dan kepada pihak lain yang tentang bersama perkara ini sehingga bersikap koperatif,” kata Lili.

Sebelumnya, KPK mengambil keputusan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan sebagai tersangka. Wahyu ditetapkan sebagai tersangka tentang dugaan penerimaan suap penetapan anggota DPR terplih 2019-2020.

Tak hanya Wahyu Setiawan, KPK juga mengambil keputusan 3 tersangka lainnya dalam persoalan tersebut.

“KPK mengambil keputusan 4 orang tersangka, mereka adalah WSE (Wahyu Setiawan) Komisioner Komisi Pemilihan Umum, ATF (Agustiani Tio Fridelina) mantan Anggota Badan Pengawas Pemilu, orang keyakinan WSE. Sebagai Pemberi, HAR (Harun Masiku), dan SAE (Saeful) sebagai swasta,” ucap Lili.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *